Rabu, 14 Oktober 2009

Curriculum Vitae

Curriculum Vitae


PERSONAL INFORMATION

Name : Shinta
Telephone number : 021 - 6614834
Address : Jl. Keting no. 4
E-mail address : shinta2007110135@gmail.com
Place / Date of Birth : Jakarta / 11 January 1989
Sex : Female
Religion : Buddhist
Marital status : Single

FORMAL EDUCATION
2007 – present : London School of Public Relation – Jakarta
Major in Marketing Communication.
2004 – 2007 : Kemurnian II Senior High School– Jakarta
2001 – 2004 : Darma Satria Junior High School– Jakarta
1995 – 2004 : Darma Satria Elementary School – Jakarta

INFORMAL EDUCATION
• EF (English First)
• Private Mandarin Language Course
• Private Singing Course

CERTIFICATE
• Metamorph - The Character Building Seminar, Jakarta
• The Rise of Digital Marketing Seminar, Jakarta
• Against Woman Trafficking Seminar, Jakarta
• “Marketing Bangkrut” Seminar, Jakarta
• “Commusication” Seminar, Jakarta
• Markplus Conference 09, Jakarta
• City & Guilds Level 2 Certificate in English for Business Communication
• LCCI Level 2 Certificate in Marketing

COMPUTER SKILLS
• Microsoft Excel
• Microsoft Power Point
• Microsoft Word
• Adobe photoshop
• Adobe PageMaker


2009
• SPG Advance at PRJ Kemayoran
• SPG Dua tang at PRJ Kemayoran

Curriculum Vitae

Curriculum Vitae

Personal Identity
Name : Shinta
Telephone number : 021 - 6614834
Address : Jl. Keting no. 4
E-mail address : shinta2007110135@gmail.com
Place / Date of Birth : Jakarta / 11 January 1989
Sex : Female
Religion : Buddhist
Marital status : Single

Formal Education
2007 – present : London School of Public Relation – Jakarta
Major in Marketing Communication.
2004 – 2007 : Kemurnian II Senior High School– Jakarta
2001 – 2004 : Darma Satria Junior High School– Jakarta
1995 – 2004 : Darma Satria Elementary School – Jakarta

Informal Education
• EF (English First)
• Private Mandarin Language Course
• Private Singing Course

Certificate
• Metamorph - The Character Building Seminar, Jakarta
• The Rise of Digital Marketing Seminar, Jakarta
• Against Woman Trafficking Seminar, Jakarta
• “Marketing Bangkrut” Seminar, Jakarta
• “Commusication” Seminar, Jakarta
• Markplus Conference 09, Jakarta
• City & Guilds Level 2 Certificate in English for Business Communication
• LCCI Level 2 Certificate in Marketing

Computer Skills
• Microsoft Excel
• Microsoft Power Point
• Microsoft Word
• Adobe photoshop
• Adobe PageMaker


Experience
- SPG Advance at PRJ Kemayoran
- SPG Dua tang at PRJ Kemayoran

Rabu, 07 Oktober 2009

PERBANDINGAN SAINS MODERN DAN BUDDHISME

PERBANDINGAN SAINS MODERN DAN BUDDHISME
Dengan perkembangan sains modern dalam beberapa dekade terakhir ini yang mendasarkan pada teori relativitas, mekanika kuantum, dan prinsip ketidakpastian, maka konsep dan ajaran sains modern semakin mendekati ajaran Buddha dalam hal penjelasan mengenai alam fenomena.
Di awal tahun 1940-an, Niels Bohr, seorang pelopor fisika, menemukan kesesuaian antara sains modern dengan apa yang dia sebut "mistisisme Timur". Saat dia menyelidiki fisika atom dan mencari medan terpadu dari realitas, dia selalu menggunakan ajaran Buddha dan Lao Tzu dalam diskusinya untuk mata pelajaran di kelas.
Robert Oppenheimer, seorang fisikawan nuklir terkemuka yang menciptakan bom atom pertama, juga melihat bahwa dalam Buddhisme terdapat sebuah kesejajaran ilmiah. Penemuan Oppenheimer mengguncangkan dunia fisika karena kelihatan nya seperti menggemakan kearifan dari suciwan kuno. Oppenheimer menulis : " Bila kita bertanya apakah posisi elektron tetap tak berubah, maka kita harus mengatakan "TIdak"; bila kita bertanya apakah posisi elektron berubah seiring waktu, maka kita harus mengatakan "tidak", bila kita bertanya apakah posisi elektron dalam keadaan diam, maka kita harus mengatakan "tidak", bila kita bertanya apakah posisi elektron dalam keadaan bergerak, maka kita juga harus mengatakan "tidak", Buddha juga memberikan jawaban yang sama ketika di tanya mengenai kondisi-kondisi dari "ego" seseorang setelah kematian nya. Buddha menjawab bahwa bukan "ini" pun bukan "itu". Semua pertanyaan yang diajukan murid nya dijawab oleh Sang Buddha dengan kata "tidak".
Definisi sains menurut Encyclopaedia Britannica adalah suatu sistem pengetahuan yang berhubungan dengan dunia fisik beserta fenomena –fenomenanya yang memerlukan suatu pengamatan yang tidak didasari prasangka apapun melainkan berdasarkan eksperimen yang sistematik.Secara umum sains melibatkan penggunaan kebenaran-kebenaran umum atau bekerjanya hukum-hukum yang mendasar untuk memahami segala corak fenomena.
Observasi yang merupakan salah satu elemen penting dari pembuktian sains itu sendiri,ternyata juga sejalan dengan ajaran Buddha.Kalama Sutta mengatakan: “Oleh karena itu ,warga suku Kalama,janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu,atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi,atau sesuatu yang didesas-desuskan.Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci,juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama,juga apa yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu atau karena ingin menghormati seorang pertapa yang menjadi gurumu..tetapi terimalah kalau engkau sudah membuktikannya sendiri..”
Sikap pemikiran yang tertuang dalam Kalama Sutta,disebut dengan istilah Ehipassiko yang berarti datang dan lihatlah.Dan bukan hanya sekedar datang dan percayalah.Buddha menasehati manusia agar tidak percaya dan menerima apapun yang diajarkan Buddha secara membabi-buta,tetapi terlebih dahulu membuktikan sendiri melalui perenungan dan meditasi.Karena alasan inilah,ajaran-ajaran sang Buddha tetap tidak berubah (abadi) dan relevan meski ditekan oleh perubahan zaman
Hal ini tercantum jelas dalam Upali Sutta yang merupakan Sutta ke-56 dari Majjhima Nikaya.Dikisahkan tentang seorang penganut agama lain yang baru saja terkesan oleh kebenaran yang disabdakan oleh Sang Buddha.Namun sabda Sang Buddha kepada Upali yang berniat untuk menganut agama Buddha :”Telitilah dahulu secara sempurna,Upali,larena adalah baik bagi orang terkemuka seperi anda untuk meneliti secara sempurna.”
Pada Sutra lain nya Buddha menggunakan contoh jari telunjuk yang menunjuk ke bulan. Bulan mewakili Realitas, sedangkan jari telunjuk mewakili pengetahuan Dharma untuk memahami Realitas. Bila kita terlalu lama bergulat dalam literatur Dharma tanpa pencapaian samadhi, maka kadang-kadang kita terbuai dan menjadi lupa sehingga menganggap jari telunjuk itu sebagai bulan. Dengan demikian, bukan saja kita kehilangan bulan yang mewakili realitas sesungguh nya, tetapi juga kehilangan jari telunjuk kita yang melambangkan doktrin.
Inilah kesalahan umat manusia dewasa ini yang menganggap petunjuk pada kebenaran sebagai kebenaran itu sendiri. Manusia jadi melekat pada segenap doktrin dan teori, tulisan, aturan, adat istiadat, dan lain sebagainya.
Observasi atau pengamatan selalu diawali dengan ketidakpercayaan atau skeptisme.Selanjutnya skeptisme inilah yang mendorong kita untuk melakukan observasi.Hasil observasi inilah yang akan menjadi penentu apakah sesuatu layak dipercaya atau tidak.
Pengalaman adalah dasar sains. Setiap teori harus bisa diuji secara eksprimen dan bila gagal, maka teori tersebut harus di buang atau di modifikasi. Para ilmuwan tidak hanya merencanakan eksperimen untuk membuktikan teori mereka sendiri tetapi juga mengungkapkan kesalahan yang mungkin ada.
Buddhisme juga membicarakan tetang penting nya pengalaman. Melalui meditasi penembusan langsung, para murid dipersilahkan melihat dan memutuskan sendiri Realitas tunggal yang berada diluar asumsi, ilusi dan kontradiksi. Namun masih ada perbedaan-perbedaan yang membuat hubungan antara sains dengan ajaran Buddha seratus persen seiring sejalan. Perbedaan-perbedaan tersebut adalah:
1. Metode yang dipakai untuk mendapatkan pengetahuan dan memahami corak fenomena
2. Lingkup fenomena yang hendak diobservasdi dan dijelaskan
3. Tujuan akhir dari sains dan Buddhisme
Aspek Lingkup Fenomena
Pada masa abad ke-17, Rene Des Cartes menciptakan pembagian 2 cabang Catesius,yakni membatasi lingkup penelitian sains pada hal-hal yang bersifat materi (res estensa) oleh karena hal-hal yang berhubungan dengan pikiran (res cogitans) berada di luar batas persepsi organ indera. Di tahun 1905 Albert Einstein mendobrak rintangan 3 dimensi dalam sains dan membawa lingkup sains ke luar dari paradigma 3 dimensi dan batasan Des cartes.
Batasan yang diberikan pada penelitian di bidang sains menjadi suatu penghalang bagi para ilmuwan untuk memahami realitas sejati dari alam, karena alam fenomena dan fenomena alam tidak dibatasi oleh materi atau ruang tiga dimensi. Banyak fenomena penting dari alam terjadi di luar lingkup sains. Namun demikian, sains telah memberikan manfaat yang tidak sedikit bagi umat manusia, banyak orang di dunia mempunyai keyakinan yang sangat tinggi terhadap sains dan menerima apa pun yang bisa dijelaskan oleh sains, bahkan ada juga sebagian orang yang memuja sains.
Aspek Metoda
Buddha bukanlah seorang ilmuwan, karena Buddha menggunakan metode intuisi dan penembusan langsung untuk memahami corak fenomena dengan kekuatan batin. Buddha tidak tunduk pada batasan-batasan yang melemahkan sains,dan oleh karenanya pengetahuan yang diperoleh Buddha bersifat menyeluruh dan mewakili realitas sejati dari alam fenomena.Karena alasan ini pulalah tidak ada grey area bagi Buddha dan juga Sang Buddha tidak perlu berlindung di bawah awan kekuasaan dan keperkasaan manusia super yang hanya bersifat imajinatif semata.
Dengan adanya perkembangan sains modern dalam bidang teori relativitas dan kuantum, penggunaan metode lebih mengedepankan pendekatan mistisisme daripada meterialisme ekstrim.
C
• Sains
- Sains hanya berupa instrumen belaka yang sifatnya netral
- Sains itu ibarat pisau, dapat digunakan untuk memasak atauoun membunuh
- Sains tidak menghasilkan kearifan
- Sains bisa membantu dunia, namun manusialah yang menentukannya
- Sains harus dilengkapi dengan spiritualitas yang merupakan suatu kebutuhan
Tujuan akhir Sains
Memahami realitas sejati dari alam fenomena, meminimkan penderitaan manusia dan membuat manusia berbahagia dengan memberikan kenyamanan batin dan kemudahan materi.
• Buddhisme
- Dalam Buddhisme pengetahuan diraih untuk tujuan therapeutik
- Buddhisme pada dasarnya adalah sains mengenai pencerahan
- Buddhisme bukan sekedar instrumental belaka, selain itu sifatnya adalah baik
- Buddhisme menghasilkan kearifan.
C
Membebaskan diri kita dari penderitaan yang disebabkan oleh kemelekatan dan ketergantungan yang tak semestinya terhadap realitas dunia luar dan perbudakan terhadap ego kita, dimana ego atau “sang aku” tersebut kita anggap berdiam dalam diri kita sendiri.
Walaupun telah dijelaskan secara mendasar perbedaan antara Buddhisme dan Sains, bukan berarti tidak ada persamaan antara kedua bidang tersebut. Justru diantara keduanya dapat dijumpai banyak persamaan yang mengagumkan, karena ajaran Buddha berasal dari pemahaman terhadap segala corak fenomena, baik yang bisa dideteksi oleh organ indera kita maupun yang di luar kemampuan persepsi melalui organ indra.

MARKETING STRATEGY

MARKETING STRATEGY
PRODUCT AND PRICE
QUAKER OATS TYPE VARIATION PACKAGING PRICE
Quaker Oat MEAL Blue Packaging1)
Quick Cooking 200 grams in plastic packaging Rp 8,600.00
400 grams in plastic packaging Rp 18,200.00
Red Packaging2)
Instant 800 grams in plastic packaging Rp 33,950.00
800 grams in tin packaging Rp 34,250.00
Quaker Oat PORRIDGE Ikan Bilis 100 grams in plastic packaging Rp 5,460.00
Ayam Jamur 200 grams in plastic packaging Rp 9,870.00
Quaker Vita SEREAL Original Flavor 20 x 29 grams in plastic packaging Rp 33,200.00
Chocolate Flavor 20 x 29 grams in plastic packaging Rp 33,200.00
1) Blue Packaging: Need to be made in boiled water (Need to be cooked)
2) Red Packaging: Just need to be made in hot or warm water

PLACE
- Modern Market :
o Hyper mart ο Alfa Mart
o Carrefour ο Indo Mart
o Giant ο Hero
- Traditional Market : Place in certain of large shop ex: Chinese drugs store
PROMOTION
Advertising, electronic media: television advertisement
Limited promotion, never made promotion outside electronic media (television advertisement)
ALTERNATIVE MARKETING STRATEGY
PRODUCT AND PRICE
QUAKER OAT MEAL TYPE TYPE VARIATION PACKAGING PRICE
Salted Flavor Blue Packaging1)
Quick Cooking Chicken Flavor 200 grams in plastic pack. Rp 8,600.00
400 grams in plastic pack. Rp 18,200.00
Red Packaging2)
Instant Vegetables 800 grams in plastic pack. Rp 33,950.00
800 grams in tin pack. Rp 34,250.00
Sweet flavor Blue Packaging1)
Quick Cooking Banana & Walnut 200 grams in plastic pack. Rp 8,600.00
400 grams in plastic pack. Rp 18,200.00
Red Packaging2)
Instant Chocolate 800 grams in plastic pack. Rp 33,950.00
800 grams in tin pack. Rp 34,250.00
1) Blue Packaging: Need to be made in boiled water (Need to be cooked)
2) Red Packaging: Just need to be made in hot or warm water
Product
We launch our new variant in taste like Salted Flavor that consist of Chicken flavor and Vegetables and Sweet Flavor that consist of Banana & Walnut and chocolate because we think that the plain taste of the original Quaker Oats are not liked by any certain of people. But with new variant n taste we hope that people in any certain of age from teenagers even until child will taste the Quaker Oat Meal.
Price
We also choose the penetration way in launch our new product because we think that if we use this kind of way, we can enter the market easily. For example; when we look at that price in the supermarket we just think that with the same price as the old one, we can choose the new variant. And later we will increase the price step by step.
PLACE
- Modern Market :
o Hyper mart ο Alfa Mart
o Carrefour ο Indo Mart
o Giant ο Hero
- Traditional Market : Place in any kinds of shop in the traditional market (ex: Drugs Store, Food Store)

PROMOTION
MEDIA Electronic Television Advertising (prime time)
RCTI, O Channel
Newspaper & magazine Kompas, manhealth, fitness Indonesia, cosmo girl, free magazine
Full Page Advertisement
In the Middle Page
Exhibition Mall to Mall Free Sample
Free Medical Check Up

Kethanan bangsa dan bela negara

DAFTAR ISI

LANDASAN TEORI 2
DEFINISI KETAHANAN NASIONAL 3
LATAR BELAKANG DAN PROSES KAJIAN KETAHANAN NASIONAL 3
LANDASAN KETAHANAN NASIONAL 4
ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL 4
SIFAT KETAHANAN NASIONAL 5
KEDUDUKAN DAN FUNGSI KETAHANAN NASIONAL 5
BELA NEGARA 6
CONTOH KASUS 7
DAFTAR PUSTAKA 9

LANDASAN TEORI
Undang-Undang Dasar 1945 Bab XII berjudul Pertahanan dan Keamanan Negara". Dalam bab itu, Pasal 30 Ayat (1) menyebut tentang hak dan kewajiban
tiap warga negara ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Ayat (2) menyebut "usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung". Ayat (3) menyebut tugas TNI sebagai "mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara". Ayat (4) menyebut tugas Polri sebagai "melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum". Ayat (5) menggariskan, susunan dan kedudukan, hubungan kewenangan TNI dan Polri dalam menjalankan tugas, serta hal-hal lain yang terkait dengan pertahanan dan
keamanan, diatur dengan undang-undang (UU).
Dari pembacaan Pasal 30 secara utuh dapat disimpulkan, meski TNI dan Polri berbeda dalam struktur organisasi, namun dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing keduanya bekerja sama dan saling mendukung dalam suatu "sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta". Pengaturan tentang sinkronisasi tugas pertahanan negara (hanneg) dan keamanan negara (kamneg) itulah yang seyogianya ditata ulang melalui undang-undang yang membangun adanya "ke-sistem-an" yang baik dan benar.
Marilah kita baca dengan saksama Bab XII Pasal 30 UUD 1945. Marilah kita
gelar wacana tentang makna Pasal 30 serta ayat-ayat yang terkandung di dalamnya secara utuh dan lengkap, termasuk kaitannya dengan pasal-pasal lain dalam UUD 1945. Pertahanan dan keamanan negara yang dijiwai "sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta" adalah hal yang terlalu penting untuk dibahas hanya di kalangan TNI dan Polri. Dalam negara demokrasi, kepedulian tentang pertahanan dan keamanan negara dalam arti luas adalah hak dan kewajiban tiap warga negara , sebagaimana tertuang dalam Ayat (1), Pasal 30 UUD 1945.

DEFINISI KETAHANAN NASIONAL
Ketahanan nasional ( Indonesia ) adalah kondisi dinamis suatu bangsa atau Indonesia yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan engembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

Dalam pengertian tersebut, ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. Kondisi kehidupan tersebut sejak dini dibina secara terus menerus dan sinergis mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, daerah dan nasional. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. Konsep tersebut dinamakan Konsep Ketahanan Nasional Indonesia.

Hakikat Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional.
1. Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.
2. Hakikat Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi, selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional.

LATAR BELAKANG DAN PROSES KAJIAN KETAHANAN NASIONAL
a. latar belakang ketahanan nasional
1. untuk menjamin kelangsungan hidup / mencapai tujuan nasional suatu bangsa dibutuhkan suatu kemampuan
2. kemampuan dapat dilihat sebagai power dan sebagai ketahanan
b. proses kajian ketahanan nasional
proses kajian untuk merumuskan konsep ketahanan nasional
1. kajian oleh ilmuwan asing
2. kajian oleh institusi pemerintah ( dep. Hankam, lenhamnas )
3. rangkaian TAP MPR ( GBHN )
4. Kajian oleh perguruan tinggi

LANDASAN KETAHANAN NASIONAL
a. Pancasila sebagai landasan ideal
b. UUD 1945 sebagai landasan konstitusional
c. Wawasan nusantara sebagai landasan visional

ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berdasarkan pancasila UUD 1945 dan wawasan nusantara.
Asas-asas ketahanan nasional yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a. Asas kesejahteraan dan keamanan, asas ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap atau tidaknya ketahanan nasional.
b. Asas komprehensif integral atau menyeluruh terpadu artinya ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan.
c. Asas mawas kedalam dan asas mawas keluar,
 asas mawas kedalam bertujuan untuk menumbuhkan sifat atau kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian dan dalam rangka meningkatkan kualitas kemandirian bangsa.
 asas mawas keluar dilakukan dalam rangka mengantisipasi, menghadapi, dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri.
d. Asas kekeluargaan, berisikan sikap-sikap hidup yang diliputi keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
KEDUDUKAN DAN FUNGSI KETAHANAN NASIONAL
a. Kedudukan ketahanan nasional
Ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual dalam paradigma pembangunan nasional.
b. Fungsi ketahanan nasional
Doktrin dasar nasional dalam menjamin tetapm terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa baik yang berinter regional, inter sektoral maupun multi disiplin.
Sebagai pola dasar pembangunan nasional, merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang dan sector pembangunan secara terpadu.

SIFAT KETAHANAN NASIONAL
a. Mandiri, ketahanan nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global.
b. Dinamis, Tidak tetap, naik turun, tergantung situasi dan kondisi bangsa dan Negara serta lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat bahwa segala sesuatu senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. Karena itu, upaya meningkatkan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
c. Wibawa, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional, maka semakin tinggi wibawa Negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional
d. Konsultasi dan kerja sama, adanya saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan keprbadian pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. Hubungan kedua belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada keterbukaan dalam melihat kondisi masing masing


BELA NEGARA
Kesadaran bela negara atau memiliki rasa kebanggaan dan cinta tanah air menunjukkan sebagai kondisi kadar kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap warga negara sebagai kesadaran kolektif untuk mencegah ancaman atau tantangan terhadap kelangsungan hidup ber-NKRI, dalam rangka menjaga dan mengawal pencapaian tujuan nasional. Yakni : “Melindungi segenap bangsa dna seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Bela negara pada prinsipnya adalah upaya bagaimana membangun keuletan dan ketangguhan negara bangsa yang bersangkutan, melalui kesadaran kolektif warga negaranya untuk meningkatkan kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi ancaman dan tantangan baik yang timbul dari dalam negeri ( lingkungan internal strategis ) maupun dari luar negeri ( lingkungan eksternal strategis )

UUD 1945, Pasal 27 ayat (3) : “Setiap Warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”
UU. RI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 68 : “Setiap Warga Negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”
UU. RI No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, pasal 9
ayat (1) : “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam pertahanan negara.”
Ayat (2) : “Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela sebagaimana dalam ayat (1) diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan.”

CONTOH KASUS :
Adanya gangguan keamanan di Maluku
Kompleksitas:
- Konflik agama (Islam - Kristen)
- Bernuansa kedaerahan
- Adanya dugaan konspirasi untuk mengacaukan keamanan
yang mengakibatkan perpecahan antara masyarakat yang pada akhirnya mengakibatkan kerusuhan, kerusakan dan kematian.

Dalam masalah gangguan keamanan di Maluku, seorang Presiden harus membuat garisan kebijakan umum. Kemudian bersama dengan MenHan, Kapolri dan TNI, harus disusun Rencana Strategis untuk mengeliminasi gangguan keamanandi Maluku. Rencana strategis tersebut harus dilengkapi dengan time table yang berisi tahapan-tahapan dari operasi, serta target pencapaian setiap
tahapan. Bagian umum rencana ini harus dipublikasikan kepada masyarakat
serta diserahkan kepada DPR dan DPRD untuk diperhatikan pelaksanaannya,
dengan demikian parlemen dan rakyat dapat menilai sejauh mana kemampuan
perencanaan, pelaksanaan serta keberhasilan dari pemerintah, khususnya para
pimpinan hankam.

Gangguan keamanan: Konflik sipil massal bersenjata
Kompleksitas:
- Konflik agama (Islam - Kristen)
- Bernuansa kedaerahan
- Wilayah konflik kepulauan
- Adanya milisi dari luar daerah konflik
- Adanya dugaan konspirasi untuk mengacaukan keamanan

Kemudian di definisikan penanggungjawab pelaksanaan renstra tingkat nasional
(Wapres, atau Pangti, atau Kapolri, atau lainnya), serta penanggungjawab
pelaksanaan renstra tingkat daerah (Pangdam, atau Pangti, atau Gubernur,
atau Kapolda, atau lainnya)

Dapat dibentuk suatu lembaga atau koordinasi khusus, misalnya:
Rencana strategis ini akan dilaksanakan oleh suatu koordinasi penanggulangan
gangguan keamanan dengan fungsi:
1. Melakukan kordinasi operasi militer.
2. Melakukan kordinasi bantuan kemanusiaan.
3. Melakukan kordinasi penanganan atas pengungsi.
4. Melakukan kordinasi penegakan hukum sipil.
5. Melakukan kordinasi pengumpulan bantuan.

Dalam target harus disebutkan dengan jelas:
1. Kapan konflik massal berdarah ditargetkan untuk berakhir
2. Kapan seluruh pengungsi ditargetkan untuk kembali (atau direlokasi)
4. Target pengusutan dan penegakan hukum sipil

Kemudian jika ada kebutuhan, disertakan garis besar perundangan yang
dibutuhkan untuk mendukung strategi tersebut. Harus disebutkan target waktu
dimana perundangan tersebut seharusnya sudah dibuat rancangannya, diajukan, disetujui, disahkan, dan di sosialisasikan.

DAFTAR PUSTAKA

Akil, Rafudin. Study guide National Heroism. 2008.Jakarta : LSPR
Alan. Kuliah Via Mailing List. 2008. Jakarta : Yahoo Groups
Hadinoto, Pandji. Politik Hukum Bela Negara. Malang : Kabmalang.net
Mansyur, Hamdan. Pendidikan Kewarganegaraan. 2005. Jakarta : Gramedia
Pujaan. Hariansib : Revisi UU Hankam. 2005. Jelsoft Enterprises
Sudarsono, Juwono. Artikel Kompas : Pertahanan dan Keamanan Negara. 2005. Jakarta : Kompas
Wikipedia. Wikipedia : Pertahanan dan keamanan. 2008.Wikipedia

BPOM

History of BPOM

Technology advancement has brought a fast and significant changes on the pharmaceutical, Indonesian traditional medicine, food, cosmetic, and medical device industries. Those industries are able to produce a large-scale of products in wide range

The product consumption tends to be increased in line with the change of community life style, including their consumptive behavior. Meanwhile the community capacity is not yet appropriate to do selection and use the products in rational and safe way. In the other hand, aggressive promotion is affecting consumers more overuse and not rational.

Indonesia should have an effective and efficient Drug and Food Control System (DFCS) with capability to detect, prevent and control such products in order to protect the consumers security and health in the country and overseas. Therefore, National Agency of Drug and Food Control (NA-DFC) is established with a national and international networking, authority to conduct law enforcement and highly credible professionalism. The National Agency of Drug and Food Control (NA-DFC) is a non departmental government institution based on Presidential Decree No. 166 in the year 2000 which is responsible directly to the President for its operation and build policy coordination with the Minister of Health and Social Welfare.

BPOM Activities:

• Legislation, regulation and standardization;
• Licensing and certification of pharmaceutical industries based on Good Manufacturing Practices;
• Pre-market evaluation of products;
• Post-marketing vigilance including product sampling and laboratory testing, inspection of production and distribution facilities, investigation and law enforcement;
• Pre-audit and post-audit of product advertisement and promotion;
• Research on drug and food policies implementation;
• Public communication, information and education including public warning.

Strength
-Starting to fix their image
-The one & only guider and gatekeeper for society to knom whether the produts are good or bad
-Non departmental government institution but with fully support from president and minister of health Weakness
-Limited and unprofessional human resources and facilities
-Not fully transparant with all their system to society
-Careless.They passed a lot of foods that was unsafe to consumed to the market
-Less information and education to the public
Opportunity
-Make public service advertisement
-Training all the employees and re-new the facilities Threats
-The bad opinion from the public
-Overload products from China that makes it hard to filter it one by one
-it’s hard to educate people that don’t want to be.
What we can do to improve the reputation?
Increase the quality of human resources by training.Try to be more communicative and transparant to society.Make survey to know what exactly people opinion,hoped,and thought for BPOM to get better in future.We are going to communicate these new strategies to the target public by public service advertisement through television and printed media


Objectives of BPOM:.



To protect the public health from the risk of marketed therapeutic products, traditional medicines, complementary products and cosmetic which do not meet quality, safety and efficacy requirements, as well as food products which are not safe and not appropriate to be consumed.
To protect the public health from the abuse and missuse of narcotics, psychotropics and addictives as well as the risk of hazardous products and substances use.
To develop the Indonesian Traditional Medicines with scientifically reliable quality, safety and effectiveness as well as being used to improve public health.
Expand access drug to society with high quality and reachable price.

BPOM Management

Arab saudi

SAUDI ARABIA














Location: Arabian peninsula in south-west Asia
• Neighbours : Jordan, Iraq, Kuwait, Yemen, Oman, Qatar, United Arab Emirates
• Size: 864,869 square miles
• Population: 24,242,578 (42nd)
• Density: 28 people per square mile
• Capital city: Riyadh (population 4,465,000)
• Head of state: King Abdullah ibn Abd al-Aziz as-Saud
• Currency: Saudi riyal
• Time zone: Saudi Arabia standard time (+3 hours)
• International dialling code: +966
Population mix: Arab 90%, African-Asian 10%
Religious makeup: Muslim 100%

Note: Data correct on Friday 24 April 2009

EKSPOR ARAB
Arab Saudi merupakan negara dengan ekonomi terkuat di Teluk, bahkan pada akhir tahun 2002 diperkirakan merupakan yang terkuat di Timur Tengah. Income percapita pada tahun 1997 sebesar US$ 7.600 dan tahun 1999 menurun menjadi US$ 6.994 yang disebabkan oleh kemerosotan harga minyak dunia. Namun pada tahun 2002 meningkat menjadi US$ 8.000, seiring dengan naiknya harga minyak dunia.
Cadangan minyak Arab Saudi pada tahun 2002 merupakan yang terbesar di dunia yaitu sebesar 262.697 juta barel atau 24,8% dari total cadangan minyak dunia. Sesuai dengan ketentuan OPEC, (Sidang Luar Biasa Konferensi OPEC ke 122 tanggal 11-12 Desember 2002 di Wina, Austria) produksi minyak Arab Saudi ditetapkan sebesar 7,963,000 per hari. Adapun kontribusi sektor minyak dan gas terhadap GDP Arab Saudi masih yang terbesar yaitu 40%, yang diikuti oleh sektor non-minyak sebesar 34% dan sektor penerimaan dari birokrasi pemerintah sebesar 26%. Sektor non-minyak terutama didominasi oleh sektor perindustrian dan pertanian yang masing-masing menyumbang 10% dan 6% dari total konstribusinya terhadap GDP (34%).
Indonesia merupakan salah satu Negara yang mengimpor hasil minyak dari Arab Saudi. Tercatat sebesar 87% pemasokan minyak dari Arab ke Indonesia. Disebutkan pula bahwa 75% - 80% dari total penerimaan negara berasal dari sektor minyak dan tahun 2002 merupakan tahun yang baik bagi perekonomian Arab Saudi. Penerimaan tahun 2002 mencapai SR. 204 milyar atau surplus 30% dibandingkan penerimaan yang diperkirakan sebelumnya sebesar SR. 157 milyar. Hasil tersebut dapat dicapai dengan adanya usaha Arab Saudi untuk terus menekan pasar minyak serta berkoordinasi dengan OPEC untuk mempertahankan harga standar minyak US$ 22 - 28 per barel.
Nilai total ekspor Saudi Arabia salama tahun anggaran 1427/1428 (2005) seniali SAR 677.1 milyar, terjadi penambahan sebesar SAR 204.7 milyar atau 43 % dibanding tahun sebelumnya (2004), yang nilai ekspornya sebesar SAR 472.5 milyar. Adapun nilai timbang produk ekspor tahun ini adalah 469 juta ton, meningkat dari tahun lalu sebesar 463.4 ton selama tahun 2004 dengan peningkatan sebanyak 5.9 juta ton atau 1 5%.
PERUSAHAAN TERBESAR PADA SEKTOR PERMINYAKAN DAN PETROKIMIA



PERUSAHAAN SAUDI ARAMCO
Perusahaan minyak Arab-Saudi Amerika (ARAMCO) didirikan untuk melakukan tugas penyelidikan dan pemeriksaan minyak.Perusahaan ARAMCO Saudi sebagai tiang penyangga perekonomian nasional, dan berperan penting di dalam pertumbuhan produk-produk lokal dan memperluas ekspor negara dan hasil produksi.ARAMCO Saudi ini menduduki peringkat keempat dunia dalam hal cadangan gas, yang besarnya 243.6 trilyun meter kubik, bersadarkan perkiraan perusahaan pada tahun 1426H/1427H (2006M) dan menduduki peringkat kedelapan di dunia dari sisi kekuatan penyaringan. ARAMCO memiliki dan menngoperasikan alat pengangkut (tanker) terbesar kedua di dunia, dan menduduki peringkat pertama di antara perusahaan-perusahaan minyak di dunia pada tahun keenam secaraberturut-turut.

PERUSAHAAN INDUSTRI POKOK SAUDI (SABEK)
SABEK adalah perusahaan industri terbesar, non minyak di wilayah timur tengah, dan berada pada urutan kesepuluh pada urutan perusahaan petrokimia terbesar di dunia. Perusahaan ini bergerak dalam bidang investasi hasil dan kekayaan alam Saudi berupa hidrokarbon dan tambang. Pada tahun 1427H telah rampung pendirian perusahaan SABEK di kota industri Yanbu' sebagai perusahaan nasional petrikomia YANBU' (YANSAB). Hasil produksinya dewasa ini sampai 80% dari hasil petrokimia. SABEK menduduki peringkat kedua pada daftar perusahaan-perusahaan terbesar di dunia yang menghasilkan glycol ethilin, methanol, 3-methyl butyl ether, peringkat ketiga dalam memproduksi polyethilen, peringkat keenam dalam memproduksi polypropilen dan peringkat keempat dalam memproduksi polyolivinate.


IMPOR ARAB
Uni Emirat Arab merupakan negara pengimpor senjata ketiga terbesar di dunia. Terungkap dari hasil riset Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang menyatakan ada trend yang mengkhawatirkan berupa meningkatnya jumlah impor senjata di kawasan Timur Tengah. Laporan terbaru SIPRI menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab menguasai 6% impor senjata di dunia antara tahun 2004-2008. Jumlah impor senjata Uni Emirat Arab menyamai jumlah impor senjata negara Korea Selatan. Dua negara pengimpor senjata terbesar lainnya adalah China dan India yang menguasai 11% pasar impor. Impor senjata yang dilakukan Uni Emirat Arab terhitung sangat cepat, karena pada tahun 1999-2003, Uni Emirat masih berada di posisi ke-16 negara pengimpor senjata terbesar di dunia. Melesatnya Uni Emirat Arab ke posisi ke-3, menurut SIPRI, menunjukkan adanya perubahan yang paling signifikan dalam survei terbaru SIPRI di sektor perdagangan persenjataan dan peralatan militer di seluruh dunia. Riset SIPRI juga menunjukkan adanya peningkatan transfer senjata antara tahun 2004-2008 yang jumlahnya 21% lebih besar dibandingkan periode tahun 1999-2003. Khusus transfer senjata ke kawasan Timur Tengah, jumlahnya meningkat hingga 38% dibandingkan lima tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah pengiriman senjata juga terjadi ke wilayah-wilayah konflik seperti Aghanistan, Pakistan dan Israel. Dari hasil survei SIPRI, negara AS masih menjadi pemasok senjata dan peralatan perang terbesar di dunia. AS menguasai 31 persen ekspor senjata di seluruh dunia, diikuti Rusia yang menguasai 25 persen pasar ekspor dan jerman sebesar 10%.
Masih menurut laporan SIPRI, antara tahun 2004-2008, AS mengekspor 37% persenjataannya ke wilayah Timur Tengah. Dari data SIPRI, keyakinan bahwa konflik di berbagai negara sengaja diciptakan atau dipelihara oleh negara-negara maju yang berkepentingan dengan bisnis senjata dan militernya, bisa jadi ada benarnya.
Sedikitnya ada 16 negara dari Timur Tengah termasuk Uni Emirat Arab, siap menerima produk ekspor Indonesia, khususnya non-migas. Nilai impor dari Indonesia meningkat rata-rata 18,75 % per tahun. Adapun pertumbuhan ekspor nonmigas dari Indonesia ke pasar nontradisional seperti negara Timur Tengah sebesar 16,9% pada tahun 2008, sedang ke pasar tradisional hanya 8,8%.
Hasil impor Arab Saudi dari Indonesia umumnya berupa produk non migas seperti Plywood, veneer, pakaian jadi, kain tekstil, ban kendaraan, elektronik, peralatan lestrik, produk makanan dan lain-lain. Nilai impor Arab Saudi dari Indonesia pada tahun 2003 sebesar US$ 434 juta dan pada tahun 2004 diperkirakan akan meningkat sebesar 4%. Apabila pada tahun 2003 Indonesia mengalami defisit perdagangan sekitar US$ 1,06 milyar, diperkirakan pada tahun 2004 defisit perdagangan Indonesia dari Arab Saudi sekitar US$ 1,00 milyar.














Amerika Serikat merupakan negara pemasok utama ke Arab Saudi dengan nilai US$ 5,263 milyar, diikuti Jepang sebesar US$ 3.574 milyar. Walaupun Indonesia telah memberikan dukungan kepada Arab Saudi , namun sampai pertengahan tahun 2004, Arab Saudi belum berhasil menjadi anggota WTO karena masih harus menyelesaikan perundingan bilateralnya dengan sisa satu negara saja yaitu Amerika Serikat. Impor Arab Saudi pada tahun yang sama masih didominasi oleh Amerika dengan share 13,5% senilai 12,2 miliar dollar AS, China 9,6% senilai 8,7 miliar dollar AS, Jerman 8,9% senilai 8 miliar dollar AS. Sisanya, disumbang oleh Jepang, Korea Selatan, India, Italia, dan Ukraina.

ECONOMIC CONDITION
GNI per capita: US $15,440 (World Bank, 2007)
Pendapatan Pertanian: 3.30 %
Pendapatan Industri: 61.30 %
Pendapatan Jasa: 35.40 %
APBN Pendapatan: $143,700,000,000 USD
APBN Pengeluaran: $89,650,000,000 USD
Hutang Negara: $36,780,000,000 USD

Benua: 9,475,000 barel per hari
Konsumsi minyak: 1,775,000 barel per hari
Ekspor Minyak: 7,920,000 barel per hari
Cadangan Minyak yang Terbukti: 262,700,000,000 barel
Impor Minyak: 0 barel per hari

Konsumsi Gas Alam: 60,060,000,000
Ekspor Gas Alam: 0
Produksi Gas Alam: 60,060,000,000
Impor Gas Alam: 0
Cadangan Gas Alam yang Terbukti: 6,544,000,000,000

Saudi Arabia memiliki dasar ekonomi minyak dengan pengawasan kuat pemerintah pada aktivitas ekonomi besar. Minyak memilki lebih dari 20% cadangan bahan bakar dunia, ranking tertinggi sebagai pengekspor terbesar bahan bakar, dan memainkan peranan pemimpin dalam Organization Petroleum Exporting Countries (OPEC). Sektor bahan bakar melaporkan secara kasar 75% anggaran pendapatan, 45% Gross Domestic Product (GDP), dan 90% pendapatan ekspor. Sekitar 40% GDP datang dari sektor privat. Secara kasar 5.5 juta pekerja luar negeri memainkan peranan penting dalam perekonomian Saudi. Secara khusus dalam sektor minyak dan jasa. Harga minyak tinggi telah berkembang pesat, pendapatan pemerintah, dan kepemilikan asset luar negeri Saudi, sementara memungkinkan Riyadh untuk membayar hutang dalam negeri. Pemerintah mendorong sektor privat berkembang – khususnya dalam pengadaan daya listrik, telekomunikasi, eksplorasi gas alam, dan bahan bakar kimia – untuk mengurangi ketergantungan kerajaan pada ekspor minyak dan meningkatkan kesempatan pekerjaan bagi pembengkakan populasi Saudi, 40% diantaranya pemuda dibawah 15 tahun.
Tipe Ekonomi : High-income economy.
Merupakan market leader dalam industri petroleum.
HDI (world rank): 61/177
Note: (*) The HDI, Human Development Index, is an indicator which synthesizes several data such as life expectancy, level of education, professional careers, access to culture etc.
Indicator Economy Freedom
Score: 62.8/100
Posisi : Moderatly free
World Rank: 60 out of 157
Regional Rank: 6 out of 17

Unemployment rate:
13 % merupakan orang yang tidak memiliki pekerjaan (unemployment / pengangguran )
Tingkat pengangguran yang tinggi, dan populasi pemuda besar pada umumnya kurang berpendidikan dan sektor privat sangat membutuhkan keahlian teknis. Riyadh secara pesat membiayai dan memiliki banyak pelatihan kerja dan pendidikan, pengembangan infrastruktur, dan penggajian pemerintah. Sebagai bagian dari usaha untuk menarik investor luar negeri dan keberagaman ekonomi, Saudi Arabia menyetujui untuk masuk ke dalam World Trade Organization (WTO) pada Desember 2005 setelah bertahun-tahun bernegosiasi. Pemerintah Saudi Arabia mengumumkan berencana mendirikan enam “kota ekonomi” di wilayah berbeda untuk mempromosikan pertumbuhan dan keberagaman


Inflation rate (consumer prices): 4.1% (2007 est.)












Tingkat Inflasi Arab Saudi Mulai Menjinak (2009)

RIYADH. Pada April lalu, tingkat inflasi di Arab Saudi mengalami perlambatan ke level terendah dalam 19 bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh anjloknya harga komoditas dan menguatnya mata uang. Berdasarkan Biro Statistik Arab Saudi, tingkat inflasi pada bulan April mengalami penurunan menjadi 5,2% dari sebelumnya 6% di bulan Maret.
Kenaikan harga di negara Arab dengan perekonomian terbesar itu mulai melambat seiring anjloknya harga komoditas. Selain itu, menguatnya dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia juga berpengaruh besar. Pasalnya, hal tersebut akan membuat biaya impor akan jauh lebih murah.
Sekadar informasi, tahun lalu, tingkat inflasi melonjak hingga 10% di lima dari enam negara anggota Gulf Cooperation Council, termasuk di dalamnya Arab Saudi.
“Inflasi terus menjinak akibat menurunnya harga bahan makanan seiring rendahnya harga komoditas dan penguatan dolar,” jelas John Sfakianakis, Chief Economist Saudi British Bank.
Dia menambahkan, tingkat inflasi akan tetap stabil pada musim panas dana akan berada pada posisi sekitar 5,5% sepanjang tahun ini.
POLITICAL STABILITIES
Sistem politik negara Saudi Arabia adalah monarki murni, karena kepala negara adalah seorang raja yang dipilih oleh dan dari keluarga besar Saudi. Namun demikian, kekuasaan raja tidaklah mutlak dan tanpa batas, karena raja harus tunduk kepada syari’ah. Sehingga pelanggaran terhadap syari’ah dapat dijadikan dasar dalam menurunkan raja dari tahtanya.
Dalam menjalankan pemerintahan, raja dibantu oleh dewan menteri yang mengawasi lembaga-lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Raja Saudi disamping sebagai kepala negara, juga merupakan kepala keluarga besar Saudi yang terdiri dari lebih 4000 pangeran yang paling dituakan diantara kepala-kepala suku yang terdapat di wilayah kerajaan, pemuka para ulama yang merupakan penasehatnya dalam urusan agama dan pelayan dua tanah suci; Mekah dan Medinah. Saudi Arabia tetap mempertahankan otoritas keagamaan dan politik tradisionalnya; Pertalian keluarga tetap merupakan faktor utama dalam pemerintahan. Dewan keluarga menjalankan pemerintahan dan bekerja dengan konsensus. Raja Saudi menjaga hubungan keluarga atau majelis dengan kepala-kepala suku dan kepala regional, dan mereka mengangkat anggota keluarga dan kepala suku yang setia untuk jabatan kementrian dan administratif.
PEMBAGIAN KEKUASAAN
Eksekutif
Kepala Negara : Raja and Perdana Menteri Abdullah bin Abdul al-Aziz Al Saud (sejak 1 Agustus 2005). Ahli waris mahkota Pangeran Sultan bin Abd al- Aziz Al Saud (Setengah kakak monarki, lahir 5 Januari 1928) catatan – monarki merupakan kepala dari negara dan pemerintahan.
Kepala Pemerintahan : Raja and Perdana Menteri Abdullah bin Abdul al-Aziz Al Saud (sejak 1 Agustus 2005).
Kabinet : Dewan Menteri menunjuk monarki setiap empat tahun sekali termasuk anggota.
Legislatif
Dewan Konsultatif atau Majlis al-Shura (150 anggota dan ketua ditunjuk oleh monarki dalam masa jabatan empat tahun). Catatan – meskipun Dewan Menteri mengumumkan pada Oktober 2003 bermaksud memperkenalkan pemilu bagi setengah anggota dari lokal dan perhimpunan provinsi dan sepertiga anggota Dewan Konsultatif Nasional atau Majlis al-Shura, secara kenaikan lebih dari masa empat hingga lima tahun, hingga sekarang tidak ada pemilu yang diselenggarakan .
Yudikatif
Dewan Hukum tertinggi



Political Parties
Di Saudi Arabia tidak terdapat dewan perwakilan yang anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat, tidak ada partai politik, dan tidak ada badan pembuat undang-undang; Partai politik disatu fihak dianggap tidak ada gunanya, karena keadilan telah terdapat di seluruh wilayah negara, karena semuanya telah diatur oleh syari’ah. Dan di fihak lain, hal itu bertentangan dengan ajaran al-Qur’an yang melarang memecah-mecah umat dalam kelompok-kelompok.
Partai politik tidak ada di Saudi Arabia karena jenis pemerintahannya monarki.Dan monarki bersifat turun –temurun .Namun untuk mempromosikan peningkatan partisipasi politik, pemerintah Saudi menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) di seluruh negeri dari Februari hingga April 2005 bagi setengah anggota dewan kota. Pada Desember 2005, Raja Abdullah menggenapkan proses pemilu dengan mengangkat anggota-anggota tetap dari dewan penasehat kota
Legal System
Sistem legal yang berlaku adalah hukum syariah.Peradilan memperoleh independensi secara penuh dan hukum-hukumnya bersumber kepada kitab suci Al-Qur`an dan Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dalam berbagai urusan syar'i peradilan merujuk kepada Majelis Peradilan Tinggi yang bertugas meneliti nash-nash peradilan dan hukum-hukum hudud dan qisas, dan membawai seluruh mahkamah syar'iyah yang tersebar di penjuru negeri. Lembaga peradilan dan kehakiman terdiri dari:
a. Mahkamah Umum
b. Mahkamah Khusus
c. Lembaga Kasasi
d. Notariat
Adapun dalam persoalan-persoalan tata usaha negara maka di sana ada lembaga khusus yang menanganinya. Yang terpenting, diantaranya, ialah “Diwan al-Mazhalim” yaitu lembaga pengadilan yang berhubungan langsung dengan Raja, yang perhatiannya terfokus pada penyelesaian berbagai persoalan perselisihan yang diajukan terhadap lembaga pemerintahan.
Negara ini belum mau menerima sistem hukum lain, kecuali beberapa saja yang bersumber pada inspirasi Barat, seperti : Ordonansi (nizam) dagang yang karenanya dibentuk dewan (mahkamah) dagang yang dibentuk di Jedah untuk menyelesaikan pertikaian mengenai transaksi-transaksi dagang sesuai dengan prinsip hukum dagang Usmani tahun 1850 dan ketetapan tentang pajak penghasilan; Yang menggabungkan antara prinsip-prinsip zakat atau sedekah wajib dengan aturan hukum fiskal Amerika.
Disamping itu, Pemerintah Saudi telah mengundangkan Peraturan Perdagangan (1954), Peraturan Kewarganegaraan (1954), Undang-undang Pemalsuan (1961), Hukum Pertambangan (1963), Hukum Perburuhan dan Pekerja (1970), Hukum Jaminan Sosial (1970), dan Hukum Jawatan Sipil (1971) . Peraturan-peraturan ini dibuat oleh pemerintah sama sekali tidak bermaksud untuk menyeleweng dari syar’ah tetapi untuk melengkapkannya dengan mengemukakan norma-norma untuk menangani kondisi-kondisi yang tidak diliputinya dengan jelas.
Kerajaan Saudi Arabia tidak memiliki konstitusi. Baginya, al-Qur’an dan sumber-sumber hukum lainnya seperti Hadits dan pendapat ulama salaf yang terkodifikasi dalam kitab-kitab madzhab yang empat merupakan undang-undang dasar negara.
Para Ulama memegang peranan yang cukup penting dalam pembentukan keputusan-keputusan nasional; Nasehat dan fatwa mereka seringkali dijadikan dasar oleh raja dalam dekrit-dekritnya. Dan dekrit ini memiliki kekuatan yang cukup besar dalam sistem hukum di Arab Saudi karena dekrit ini berkedudukan sama dengan qanun (hukum) atau dalam term mereka adalah nizam (peraturan) yang ditetapkan berdasarkan maslahat (kepentingan umum).

ENVIRONMENTAL ISSUES
Saudi Arabia Secara Umum : harsh, dry desert with great temperature extremes
Saudi Arabia Bencana Alam : frequent sand and dust storms
 Polusi
Polusi terbesar di Arab Saudi adalah polusi udara. Yang dimaksud dengan polusi udara itu sendiri adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Penyebab polusi udara yang terjadi di Arab Saudi adalah badai pasir , badai debu, gas buangan rumah kaca, dan berbagai macam gas yang timbul dari pembakaran mesin-mesin industri. Selain itu, system transpotasi, peindustrian, dan kurangnya perhatian masyarakat dan institusi juga menjadi salah satu factor yang menyebabkan polusio udara. Contoh , asap-asap yang dikeluarkan dari mesin-mesin industri selain menyebabkan polusi udara, asap tersebut juga sangat berbahaya baik bagi makhlk hidup maupun tumbuhan di sekitar. Untuk mengurangi polusi udara, maka pemerintah arab Saudi mengadakan program untuk mengurangi sulfur di dalam bensin sampai 95% , membuat peraturan tentang standar emisi yang baik , meningkatkan system transportasi dengan emisi yang baik dan sebagainya.
Berikut adalah salah satu ganbar yang menunjukan dust strom di irak.








 Global warming
Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Salah satu factor yang menyebabkan pemanasan global adalah meningkatan emisi gs rumah kaca. Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari , Sebenarya gas rumah kaca Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Untuk mengurangi pemanasan global di Arab saudi maka perusahaan di arab saudi melakukan joint venture dengan perusahaan kanada yang memberikan kemahiran di bidang teknologi dan cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Diharapkan setelah melakukan joint venture, masyarakat menjadi lebih pedulu terhadap pemansan global yang telah melanda dunia.
Kebanyakan dari para remaja di Saudi Arabia menyatakan kesulitan untuk turut mengurangi pemansan global yang terjadi di dunia dikarenakan minimnya fasilitas-fasilitas di tempat umum yang di sediakan oleh pemerintah. Sebagian juga berpendapat bahwa global warming yang melanda dunia adalah merupakan bencana alam yang tidak bisa terhindarkan oleh manusia. Minimnya pendidikan, penyuluhan dan fasilitas yang disediakan untuk global warming menyebabkan remaja Saudi Arabia tidak dapat ikut berkontribusi untuk menyelamatkan dunia ini dari pemanasan global yang sudah melanda dunia.

DEMOGRAPHIC
• Populasi : 25.200.000 (UN, 2008)

Struktur Umur
0-14 tahun: 38,2% (laki-laki 5.149.960 / perempuan 4.952.138)
1515-64 tahun: 59,4% (laki-laki 8.992.348 / perempuan 6.698.633)
65 tahun ke atas: 2.4% (laki-laki 334.694 / 289.826 perempuan) (2007 est)

Populasi tingkat pertumbuhan 1,848% (2009 est)
Kelahiran (Birth Rate) Kelahiran 28,55 / 1000 penduduk (2009 est)
Kematian (Death Rate) Kematian 2,49 / 1000 penduduk (2008 est)
Average number of children per mother: 3.5
HIV/Aids rate: <0.2%
EDUCATION

Terdapat lima tingkatan pendidikan di Arab Saudi:
1. Tingkat pra-sekolah (nurseries dan kindergartens) yang dibatasi dalam ruang lingkup dan ada dalam kota dan kota-kota besar saja.
2. Tingkat SD - enam kelas untuk usia 6-12 dari kedua jenis kelamin (terpisah).
3. Tingkat - tiga kelas untuk usia 12-15 dari kedua jenis kelamin (terpisah).
4. Termasuk pendidikan umum - untuk kedua jenis kelamin (terpisah), vocational (technical, commercial, agricultural) education and religious (terpisah), kejuruan (teknis, komersial, pertanian) dan pendidikan agama ; pendidikan - yang hanya untuk laki-laki.
5. Post-menengah dan tingkat universitas: delapan perguruan tinggi - untuk laki-laki, tetapi dengan memisahkan
untuk perempuan, laki-laki dan perempuan terpisah akademi, memisahkan laki-laki dan perempuan pelatihan guru
colleges, akademi, sebuah lembaga administrasi publik - untuk laki-laki, tetapi dengan cabang untuk perempuan,. tinggi dan lembaga teknis yang lebih tinggi untuk lembaga keuangan komersial dan ilmu pengetahuan


TEKNOLOGI
Tahun 1991 Arab Saudi adalah salah satu Negara yang paling modern sistem telekomunikasi di dunia. Ekstensif sebuah sistem microwave dan kabel konektor coaxial crisscrossed negara Arab Saudi dan dihubungkan dengan Yordania, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Layanan telepon yang otomatis, dan internasional langsung jarak-cepat telah tersedia bagi semua pelanggan.
Delapan stasiun satelit bumi yang disediakan di seluruh dunia. Lima stasiun satelit tanah dioperasikan dengan International Telecommunication Satelite Corporation (Intelsat) Samudera Atlantik dan Samudera Hindia satelit. Selain itu, dua satelit tanah di Arab Satellite Communications Organization (Arabsat) jaringan secara bersamaan dapat menangani panggilan telepon 8000 dan tujuh terpisah televisi saluran ke dua puluh dua negara anggota dari Arabsat sistem.
Saudi Arabia memiliki :
• Jaringan standart yang ada:
Jaringan standart dibentuk oleh ekstensif, kebanyakan analog, gelombang radio. Jaringan yang ada juga termasuk sekitar 4.000 km analog kabel konektor coaxial antara Riyadh dan Dammam dan antara Riyadh dan Jeddah, sekitar 1.200 km digital kawat koaksial.
• Jaringan telepon:
Arab Saudi dari sektor telekomunikasi terus tumbuh di luar biasa dinilai dengan ekspansi kedua fasilitas dan layanan. Sistem telekomunikasi Arab Saudi telah menjadi yang termodern dan efisien di dunia dengan system microwave.
• Jaringan microwave:
microwave Domestik layanan suplemen antara kota-kota kecil di 9300-550-mile stasiun microwave sistem.
• Submarine Kabel:
Submarine kabel melengkapi Arab Saudi dengan kabel jaringan satelit untuk membuat sebuah negara untuk hubungan komunikasi internasional. Dengan kabel konektor coaxial yang ada saat ini merupakan bagian dari Asia Tenggara /Timur Tengah / Eropa Barat. Proyek ini yang menghubungkan kabel Kingdome ke Mesir. Dua kabel menghubungkan negara dengan Bahrain dan Jibouti. Di samping kawat berbasis saluran telepon Arab Saudi memiliki jaringan nirkabel (analog dan digital) dengan kapasitas saat ini dari sekitar 200.000 baris.
• Satelit dan konektor coaxial:
Stasiun ini juga digunakan untuk televisi dan radio transmisi. Saat ini Arab Saudi memiliki lebih dari 6.000 satelit sirkuit. Negara ini juga memiliki 3.100 mil dari konektor coaxial kabel. Teleks juga terlihat mengesankan pertumbuhan, dengan meningkatkan jumlah baris ke 9800, dengan lebih dari 152 kota dan desa ke negara-negara di seluruh dunia.
• Selular dan sistem nirkabel:
Arab Saudi memiliki dua sistem selular saat ini, yang pertama adalah sebuah sistem selular analog. Ia diperkenalkan pada awal 1980an dengan cakupan area yang terbatas, namun sangat ditingkatkan selama bertahun-tahun. Sistem ini memiliki kapasitas 30.000 baris dan masih digunakan di seluruh negara.
Kedua yang lebih baru sistem GSM 900, GSM adalah jaringan digital memberikan kualitas dan fleksibilitas yang lebih baik. Jaringan ini telah beroperasi sejak Januari 1996 dan sekarang sudah ada yang melayani 170.000 pelanggan di empat kota besar di Inggris, yaitu Riyadh, Jeddah, dan Dammam Mekah. Dalam dua tahun terakhir telah memperluas jaringan untuk menutup lebih dari 30 kota.



ECONOMIC SYSTEM

SISTEM EKONOMI ARAB SAUDI
Pada dasarnya, sistem ekonomi yang diterapkan Arab Saudi adalah sistem ekonomi syariah, yaitu sistem ekonomi Islam yang menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh ditransaksikan. Ekonomi dalam Islam dikatakan harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada ditengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual (dan berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin serta melarang penumpukan kekayaan), sosialis yang memberikan hampir semua tanggung jawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim.
Namun di Arab Saudi, terdapat pengecualian untuk sistem ekonominya sendiri. Untuk urusan politik luar negeri (Foreign Policy) dan sistem ekonomi (economic system), Arab Saudi menerapkan KUFR. Artinya, kebijakan politik luar negeri Saudi Arabia tidak lain adalah pelaksana kebijaksanaan Amerika dan Inggris, dan sistem ekonomi yang diterapkan pun adalah sistem ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi kapitalis adalah dimana sumber ekonomi sepenuhnya dimiliki individu dan sumber ekonomi digunakan untuk menghasilkan produk-produk lain. Ciri-ciri lainnya adalah:
- Terdapat kecenderungan untuk memaksimumkan keuntungan dan mengabaikan kebajikan masyarakat
- Harga barang ditentukan mekanisme harga
- Individu bebas bersaing satu sama lain
Hal ini terbukti dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan di sektor swasta dengan memprivatisasi (mengswastakan) industri-industri seperti listrik dan telekomunikasi. Arab Saudi mengumumkan rencana untuk mulai memprivatisasi (mengswastakan) perusahaan listrik pada tahun 1999, yang diikuti dengan privatisasi yang sedang berlangsung di perusahaan telekomunikasi. Kekurangan air dan pertumbuhan penduduk yang cepat mendesak usaha pemerintah untuk meningkatkan kemandirian dalam produk pertanian. Dan sejak melambungnya harga minyak dunia pada pertengahan tahun 2008, Pemerintah mendorong pertumbuhan sektor swasta - terutama pembangkit listrik, telekomunikasi, eksplorasi gas alam, dan petrokimia - untuk mengurangi ketergantungan kerajaan pada minyak ekspor dan untuk meningkatkan lapangan kerja bagi populasi Arab Saudi yang membengkak, hampir 40% dari pemuda berusia di bawah 15 tahun.

DAFTAR PUSTAKA
CIA, The World Factbook 2002: Arab Saudi - Populasi
[http://www.cia.gov/cia/publications/factbook/geos/sa.html]

http://www.indexmundi.com/saudi_arabia/unemployment_rate.html
http://indexmundi.com/saudi_arabia/inflation_rate_(consumer_prices).html
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/sa.html
http://www.imf.org/external/index.htm
(http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_saudi)
(http://www.mofa.gov.sa/Detail
[http://www.saudiembassy.net/profile/edu/edu_gen.html]

http://www.Saudia-online.com/press/press6.shtm

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/sa.html

en.wikipedia.org/wiki/Demographics_of_Saudi_Arabia

http://www.phrasebase.com/indonesian/countries/index.php?&cat=187&newpage=Climate

http://www.phrasebase.com/indonesian/countries/index.php?&cat=187&newpage=Economy

http://www.mofa.gov.sa

http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/middle_east/country_profiles/791936.stm

http://www.guardian.co.uk/country-profile/saudi-arabia

http://www.kontan.co.id/index.php/internasional/news

www.ekon.go.id/content/view

statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=ekonomi-inflation&info

www.arabsat.com/ArabSat/English/.../AlcatelAleniaSpacetoprovideArabsat

wapedia.mobi/en/Arabsat

www.unccd.int/publicinfo/duststorms

en.wikipedia.org/wiki/Geography_of_Saudi_Arabia